UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN KETIGA

Undang Undang Republik Indonesia Tentang Perubahan Ketiga-PDF Download

  • Date:27 May 2020
  • Views:20
  • Downloads:0
  • Pages:73
  • Size:251.45 KB

Share Pdf : Undang Undang Republik Indonesia Tentang Perubahan Ketiga

Download and Preview : Undang Undang Republik Indonesia Tentang Perubahan Ketiga


Report CopyRight/DMCA Form For : Undang Undang Republik Indonesia Tentang Perubahan Ketiga


Transcription:

2 Undang Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan. Umum dan Tata Cara Perpajakan Lembaran Negara,Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49 Tambahan. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan. Undang Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Penetapan. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 5. Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang, Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan. Tata Cara Perpajakan Menjadi Undang Undang Lembaran. Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor. 3 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak, Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan.
atas Barang Mewah Lembaran Negara Republik Indonesia. Tahun 1983 Nomor 51 Tambahan Lembaran Negara,Republik Indonesia Nomor 3264 sebagaimana telah. beberapa kali diubah terakhir dengan Undang Undang. Nomor 18 Tahun 2000 tentang Perubahan Kedua atas,Undang Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak. Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan. atas Barang Mewah Lembaran Negara Republik Indonesia. Tahun 2000 Nomor 128 Tambahan Lembaran Negara,Republik Indonesia Nomor 3986. Dengan Persetujuan Bersama,DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,MEMUTUSKAN, Menetapkan UNDANG UNDANG TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS.
UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK,PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK. PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, Beberapa ketentuan dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun. 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan. Pajak Penjualan atas Barang Mewah Lembaran Negara Republik. Indonesia Tahun 1983 Nomor 51 Tambahan Lembaran Negara. Republik Indonesia Nomor 3264 yang telah beberapa kali. diubah dengan Undang Undang,a Nomor 11 Tahun 1994 Lembaran Negara Republik. Indonesia Tahun 1994 Nomor 61 Tambahan Lembaran,Negara Republik Indonesia Nomor 3568. b Nomor 18 Tahun 2000 Lembaran Negara Republik,Indonesia Tahun 2000 Nomor 128 Tambahan Lembaran.
Negara Republik Indonesia Nomor 3986,diubah sebagai berikut. 1 Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai. Dalam Undang Undang ini yang dimaksud dengan,1 Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia. yang meliputi wilayah darat perairan dan ruang udara. di atasnya serta tempat tempat tertentu di Zona,Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di. dalamnya berlaku Undang Undang yang mengatur,mengenai kepabeanan. 2 Barang adalah barang berwujud yang menurut sifat. atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau,barang tidak bergerak dan barang tidak berwujud.
3 Barang Kena Pajak adalah barang yang dikenai pajak. berdasarkan Undang Undang ini, 4 Penyerahan Barang Kena Pajak adalah setiap kegiatan. penyerahan Barang Kena Pajak,5 Jasa adalah setiap kegiatan pelayanan yang. berdasarkan suatu perikatan atau perbuatan hukum,yang menyebabkan suatu barang fasilitas. kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai,termasuk jasa yang dilakukan untuk menghasilkan. barang karena pesanan atau permintaan dengan bahan. dan atas petunjuk dari pemesan,6 Jasa Kena Pajak adalah jasa yang dikenai pajak.
berdasarkan Undang Undang ini, 7 Penyerahan Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan. pemberian Jasa Kena Pajak, 8 Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean. adalah setiap kegiatan pemanfaatan Jasa Kena Pajak. dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, 9 Impor adalah setiap kegiatan memasukkan barang dari. luar Daerah Pabean ke dalam Daerah Pabean, 10 Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari. luar Daerah Pabean adalah setiap kegiatan,pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari.
luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, 11 Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud adalah setiap. kegiatan mengeluarkan Barang Kena Pajak Berwujud,dari dalam Daerah Pabean ke luar Daerah Pabean. 12 Perdagangan adalah kegiatan usaha membeli dan,menjual termasuk kegiatan tukar menukar barang. tanpa mengubah bentuk dan atau sifatnya, 13 Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang. merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha,maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi.
perseroan terbatas perseroan komanditer perseroan,lainnya badan usaha milik negara atau badan usaha. milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun,firma kongsi koperasi dana pensiun persekutuan. perkumpulan yayasan organisasi massa organisasi, sosial politik atau organisasi lainnya lembaga dan. bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi,kolektif dan bentuk usaha tetap. 14 Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam. bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau,pekerjaannya menghasilkan barang mengimpor.
barang mengekspor barang melakukan usaha,perdagangan memanfaatkan barang tidak berwujud. dari luar Daerah Pabean melakukan usaha jasa,termasuk mengekspor jasa atau memanfaatkan jasa. dari luar Daerah Pabean,15 Pengusaha,15 Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang. melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau,penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak. berdasarkan Undang Undang ini, 16 Menghasilkan adalah kegiatan mengolah melalui proses.
mengubah bentuk dan atau sifat suatu barang dari,bentuk aslinya menjadi barang baru atau mempunyai. daya guna baru atau kegiatan mengolah sumber daya,alam termasuk menyuruh orang pribadi atau badan. lain melakukan kegiatan tersebut,17 Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual. Penggantian Nilai Impor Nilai Ekspor atau nilai lain. yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak,yang terutang. 18 Harga Jual adalah nilai berupa uang termasuk semua. biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh,penjual karena penyerahan Barang Kena Pajak tidak.
termasuk Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut,menurut Undang Undang ini dan potongan harga yang. dicantumkan dalam Faktur Pajak,19 Penggantian adalah nilai berupa uang termasuk. semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta,oleh pengusaha karena penyerahan Jasa Kena Pajak. ekspor Jasa Kena Pajak atau ekspor Barang Kena,Pajak Tidak Berwujud tetapi tidak termasuk Pajak. Pertambahan Nilai yang dipungut menurut Undang,Undang ini dan potongan harga yang dicantumkan.
dalam Faktur Pajak atau nilai berupa uang yang, dibayar atau seharusnya dibayar oleh Penerima Jasa. karena pemanfaatan Jasa Kena Pajak dan atau oleh,penerima manfaat Barang Kena Pajak Tidak Berwujud. karena pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak,Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah. 20 Nilai Impor adalah nilai berupa uang yang menjadi. dasar penghitungan bea masuk ditambah pungutan,berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang. undangan yang mengatur mengenai kepabeanan dan, cukai untuk impor Barang Kena Pajak tidak termasuk.
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas,Barang Mewah yang dipungut menurut Undang. Undang ini,21 Pembeli,21 Pembeli adalah orang pribadi atau badan yang. menerima atau seharusnya menerima penyerahan,Barang Kena Pajak dan yang membayar atau. seharusnya membayar harga Barang Kena Pajak, 22 Penerima Jasa adalah orang pribadi atau badan yang. menerima atau seharusnya menerima penyerahan Jasa,Kena Pajak dan yang membayar atau seharusnya.
membayar Penggantian atas Jasa Kena Pajak tersebut. 23 Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat. oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan,penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa. Kena Pajak, 24 Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang. seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak. karena perolehan Barang Kena Pajak dan atau,perolehan Jasa Kena Pajak dan atau pemanfaatan. Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah,Pabean dan atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari. luar Daerah Pabean dan atau impor Barang Kena,25 Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai.
terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena,Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak. penyerahan Jasa Kena Pajak ekspor Barang Kena,Pajak Berwujud ekspor Barang Kena Pajak Tidak. Berwujud dan atau ekspor Jasa Kena Pajak,26 Nilai Ekspor adalah nilai berupa uang termasuk. semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta,oleh eksportir. 27 Pemungut Pajak Pertambahan Nilai adalah bendahara. pemerintah badan atau instansi pemerintah yang,ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memungut.
menyetor dan melaporkan pajak yang terutang oleh,Pengusaha Kena Pajak atas penyerahan Barang Kena. Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada,bendahara pemerintah badan atau instansi. pemerintah tersebut,28 Ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud adalah. setiap kegiatan pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak. Berwujud dari dalam Daerah Pabean di luar Daerah,29 Ekspor Jasa Kena Pajak adalah setiap kegiatan. penyerahan Jasa Kena Pajak ke luar Daerah Pabean, 2 Ketentuan Pasal 1A diubah sehingga berbunyi sebagai.
1 Yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang. Kena Pajak adalah,a penyerahan hak atas Barang Kena Pajak karena. suatu perjanjian,b pengalihan Barang Kena Pajak karena suatu. perjanjian sewa beli dan atau perjanjian sewa,guna usaha leasing. c penyerahan Barang Kena Pajak kepada pedagang,perantara atau melalui juru lelang. d pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma,cuma atas Barang Kena Pajak.
e Barang Kena Pajak berupa persediaan dan atau,aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk. diperjualbelikan yang masih tersisa pada saat,pembubaran perusahaan. f penyerahan Barang Kena Pajak dari pusat ke,cabang atau sebaliknya dan atau penyerahan. Barang Kena Pajak antar cabang,g penyerahan Barang Kena Pajak secara konsinyasi. h penyerahan Barang Kena Pajak oleh Pengusaha,Kena Pajak dalam rangka perjanjian pembiayaan.
yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah yang,penyerahannya dianggap langsung dari Pengusaha. Kena Pajak kepada pihak yang membutuhkan,Barang Kena Pajak. 2 Yang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan,Barang Kena Pajak adalah. a penyerahan Barang Kena Pajak kepada makelar,sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang. Undang Hukum Dagang,b penyerahan,b penyerahan Barang Kena Pajak untuk jaminan.
utang piutang,c penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana. dimaksud pada ayat 1 huruf f dalam hal,Pengusaha Kena Pajak melakukan pemusatan. tempat pajak terutang,d pengalihan Barang Kena Pajak dalam rangka. penggabungan peleburan pemekaran,pemecahan dan pengambilalihan usaha dengan. syarat pihak yang melakukan pengalihan dan yang,menerima pengalihan adalah Pengusaha Kena.
e Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut,tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan yang. masih tersisa pada saat pembubaran perusahaan,dan yang Pajak Masukan atas perolehannya tidak. dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam,Pasal 9 ayat 8 huruf b dan huruf c. 3 Ketentuan Pasal 3A diubah sehingga berbunyi sebagai. 1 Pengusaha yang melakukan penyerahan sebagaimana,dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 huruf a huruf c. huruf f huruf g dan huruf h kecuali pengusaha kecil. yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai.
Pengusaha Kena Pajak dan wajib memungut menyetor,dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak. Penjualan atas Barang Mewah yang terutang, 1a Pengusaha kecil sebagaimana dimaksud pada ayat 1. dapat memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha,Kena Pajak. 2 Pengusaha kecil yang memilih untuk dikukuhkan,sebagai Pengusaha Kena Pajak wajib melaksanakan. ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, 3 Orang pribadi atau badan yang memanfaatkan Barang.
Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean,sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 huruf d. dan atau yang memanfaatkan Jasa Kena Pajak dari,luar Daerah Pabean sebagaimana dimaksud dalam. Pasal 4 ayat 1 huruf e wajib memungut menyetor,dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai yang. terutang yang penghitungan dan tata caranya diatur. dengan Peraturan Menteri Keuangan, 4 Ketentuan Pasal 4 diubah sehingga berbunyi sebagai. 1 Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas,a penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah.
Pabean yang dilakukan oleh pengusaha,b impor Barang Kena Pajak. c penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah,Pabean yang dilakukan oleh pengusaha. d pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud,dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. e pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah,Pabean di dalam Daerah Pabean. f ekspor Barang Kena Pajak Berwujud oleh,Pengusaha Kena Pajak.
g ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh,Pengusaha Kena Pajak dan. h ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena, 2 Ketentuan mengenai batasan kegiatan dan jenis Jasa. Kena Pajak yang atas ekspornya dikenai Pajak, Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud pada ayat 1. huruf h diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan, 5 Ketentuan Pasal 4A diubah sehingga berbunyi sebagai. 2 Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan. Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang. sebagai berikut,a barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran.
yang diambil langsung dari sumbernya,b barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan. oleh rakyat banyak,c makanan dan minuman yang disajikan di hotel. restoran rumah makan warung dan sejenisnya,meliputi ma. PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang a bahwa dalam rangka lebih meningkatkan kepastian hukum dan keadilan menciptakan sistem perpajakan yang lebih sederhana serta mengamankan penerimaan negara agar pembangunan

Related Books