LANDA CLEARING LC ATAU PEMBUKAAN LAHAN

Landa Clearing Lc Atau Pembukaan Lahan-PDF Download

  • Date:03 Jul 2020
  • Views:2
  • Downloads:0
  • Pages:19
  • Size:1.74 MB

Share Pdf : Landa Clearing Lc Atau Pembukaan Lahan

Download and Preview : Landa Clearing Lc Atau Pembukaan Lahan


Report CopyRight/DMCA Form For : Landa Clearing Lc Atau Pembukaan Lahan


Transcription:

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen,LAND CLEARING LC ATAU Tanggal. PEMBUKAAN LAHAN Halaman 2 dari 19,Riwayat Perubahan Dokumen. Revisi Uraian Oleh,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen. LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 3 dari 19. Daftar Isi,1 Tujuan 4,2 Ruang Lingkup 4,3 Referensi 4.
4 Definisi 4,5 Tanggungjawab 5,6 Prosedur 5,7 Lampiran 19. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen,LAND CLEARING LC ATAU Tanggal. PEMBUKAAN LAHAN Halaman 4 dari 19, Prosedur ini bertujuan untuk mengatur pelaksanaan pembukaan lahan dengan. metode Zero Burning,2 Ruang Lingkup, Prosedur ini hanya digunakan untuk melakukan pembukaan lahan dengan. metode Zero Burning untuk PT XXX dan Anak Perusahaan Pembukaan lahan. dapat dilakukan dengan menggunakan jasa kontraktor dan dilakukan dengan. cara swakelola,3 Referensi, 3 1 ISO 9001 2008 klausul 7 5 Produksi dan Penyediaan Jasa.
3 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2004 tentang. Perkebunan,4 Definisi, 4 1 Blocking merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membuat lay out. bentuk kebun yang akan dibentuk, 4 2 Imas adalah kegiatan melakukan penebangan pohon atau hutan sekunder. dengan diameter antara 7 5 s d 15 cm Hal ini dilakukan agar memudahkan. kegiatan penumbangan pohon, 4 3 Tumbang adalah pekerjaan menumbang pohon dengan diameter diatas 15. cm dengan tinggi sisa tumbangan 60 cm, 4 4 Stacking perun adalah pekerjaan untuk menyusun sampah hasil imas. tumbang kedalam rumpukan agar areal siap untuk ditanami. 4 5 Blanket Spraying adalah kegiatan pemberantasan yang dilakukan dengan. penyemprotan secara berkala dengan menggunakan vahan Herbisida jenis. 4 6 LCC adalah Leguminosa Cover Crop,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen.
LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 5 dari 19. 5 Tanggung Jawab, Penanggungjawab implementasi penanganan disesuaikan. dengan struktur organisasi perusahaan,6 Prosedur,6 1 Persyaratan Pembukaan lahan LC. 6 1 1 Pengurusan Dokumen Perizinan, Dokumen dokumen perizinan yang harus disiapkan sebelum melakukan. kegiatan di lapangan adalah sebagai berikut, a Akte Pendirian Perusahaan dan jika ada akte perubahannya.
b Pengesahan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia tentang. akte pendirian,c Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri. d Pembuatan Nomor Wajib Pajak NPWP,e Membuat Surat Izin Gangguan HO. f Membuat dan Mengajukan Izin Mendirikan Bangunan IMB. g Tanda Daftar Perusahaan TDP,h Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP Besar. i Pembuatan AMDAL, j Mendapatkan perizinan Usaha Perkebunan proses yang dilalui sesuai. dengan Surat Gubernur mengenai proses dan urutan perizinan usaha. perkebunan besar adalah sebagai berikut,1 Kawasan Hutan.
a Arahan Areal Dari Bupati Walikota, b Konfirmasi Dari Gubernur dalam rangka Penerbitan IUP oleh. Bupati Walikota, c Rekomendasi Dinas Perkebunan Kabupaten Kota berdasarkan. Arahan Lokasi Areal yang ditujukan kepada Bupati Walikota. dan Propsal,d Izin Usaha Perkebunan IUP dari Bupati Walikota. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen,LAND CLEARING LC ATAU Tanggal. PEMBUKAAN LAHAN Halaman 6 dari 19,e Izin Lokasi dari Bupati Walikota.
f Survey Orientasi atau Mikro dari Dinas Kehutanan Dinas. Perkebunan Provinsi, g Pertimbangan teknis pelepasan kawasan hutan dari Dinas. Kehutanan Provinsi sepanjang lokasinya merupakan kawasan. hutan yang berada diluar kawasan Pengembangan Produksi. KPP atau Kawasan Pemukiman dan Penggunaan lainnya, h Rekomendasi Pelepasan Kawasan dari Gubernur yang. ditujukan kepada Menteri Kehutanan, i Persetujuan Prinsip Pelepasan Kawasan Hutan dari Menteri. j Tata Batas oleh Badan Planologi Departemen Kehutanan. k Pembuatan Laporan Tata Batas oleh Kepala Badan Planologi. Kehutanan untuk proses pelepasan areal definitive, l Surat Keputusan Pelepasan Kawasan dari Menteri Kehutanan. m Pengukuran Kadastral oleh Badan Pertanahan Nasional BPN. n Laporan dan Gambar Pemgukuran Kadastral, o Pemeriksaan Panitia B dalam proses HGU yang di koordinir.
oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional BPN Hak. Guna Usaha HGU pada proses penyelesaian HGU, pengusaha dapat membuka areal untuk pembangunan Base. Camp dan pembibitan dengan persetujuan Bupati Walikota. atau Gubernur untuk Lintas Kabupaten Kota,p Sertifikat HGU. 2 KPP KPPL Kawasan Pengembangan Produksi Kawasan Pemukiman. dan Penggunaan Lainnya,a Arahan Areal Dari Bupati Walikota. b Konfirmasi Dari Gubernur dalam rangka Penerbitan IUP oleh. Bupati Walikota,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen. LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 7 dari 19.
c Rekomendasi Dinas Perkebunan Kabupaten Kota berdasarkan. Arahan Lokasi Areal yang ditujukan kepada Bupati Walikota. dan Proposal,d Izin Usaha Perkebunan IUP dari Bupati Walikota. e Izin Lokasi dari Bupati Walikota, f Pengukuran Kadastral oleh Badan Pertanahan Nasional BPN. g Laporan dan Gambar Pengukuran Kadastral, h Pemeriksaan Panitia B dalam proses HGU yang di koordinir. oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional BPN Provinsi. i Hak Guna Usaha HGU bagi pengusaha yang serius dapat. minta dispensasi persetujuan membuka areal untuk,pembangunan Base Camp dan pembibitan dengan. persetujuan Bupati Walikota atau Gubernur untuk Sertifikat. 6 1 2 Pembebasan Lahan, a Pembukaan lahan harus teratur sesuai dengan peta yang ada Hal ini.
dilakukan dengan tujuan agar kehidupan liar tidak terganggu dan. mengganggu kebun, b Lakukan kegiatan sosialisasi dimasyarakat dengan baik dan. beritahukan bahwa disekitar lokasi mereka akan dibangun. perkebunan kelapa sawit, c Hasil sosialisasi yang dilakukan Tim Legal harus menghasilkan suatu. keputusan yang berupa surat pernyataan atau perjanjian dari pihak. warga sekitar dan Desa Hasil sosialisasi ini harus dipresentasikan. kepada Manajemen, d Kegiatan Pembebasan lahan yang dilakukan oleh Tim Legal harus. dilakukan blok per blok, e Pengukuran harus menggunakan GPS dan dipetakan menggunakan. f Tim Legal harus mampu melakukan negosiasi,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen.
LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 8 dari 19. g Tim Legal harus mengumpulkan surat pernyataan penduduk bahwa. tanah yang dimiliki telah dibebaskan dan baru proses ganti rugi tanah. sesuai prosedur yang ada, h Lahan yang telah dibebaskan harus dalam kondisi aman dan Tim legal. harus membuat pernyataan tersebut, i Indentifikasi areal perumahan dan PKS serta lakukan pengukuran. isolasi areal tersebut agar tidak ditumbang,6 2 Berdasarkan Jenis Tanah. 6 2 1 Tanah Mineral, Syarat lebar terasering berdasarkan derajat kemiringan lahan adalah.
sebagai berikut, Tabel 1 Syarat lebar terasering berdasarkan derajat kemiringan lahan. Kemiringan Keterangan, 150 Jarak tanam standar tidak perlu teras tapak kuda. 150 250 Lebar teras 4 0 4 5 m,Lebar teras minimal 3 0 m bergantung pada kondisi. tanah kedalaman tanah,Keterangan, Kemiringan lahan diukur dengan Abney Level atau clinometer. Lebar teras 5 m dengan backdrop 0 5 m 10 15, Sebelum pembuatan teras jalan dibuat terlebih dahulu untuk.
memudahkan operasional dari jalan ke teras atau sebaliknya dan. mengurangi resiko erosi,Beberapa hal yang harus dilakukan adalah dengan. a Teras Kontur,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen. LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 9 dari 19. Pada daerah berbukit dengan kemiringan 150 250 dibuat teras. kontur dengan lebar 4 4 5 m secara mekanis Tabel 1 Stop bund. harus dibuat setiap jarak 30 m dengan lebar dan tinggi 60 70 cm. dengan panjang 2 m dari tebing,b Tapak kuda dengan Rorak. Pada daerah dengan kemiringan 250 400 yang tidak, memungkinkan dibuat teras kontur dengan lebar 3 meter harus dibuat.
tapak kuda dengan lebar 2 5 m mengikuti kontur yang harus. dikombinasikan dengan rorak,Gambar 1 TerasKontur,c Tanaman Konservasi. Tanaman vertiver grass sangat bermanfaat untuk mencegah erosi. karena perakaran yang dalam mencapai 3 m dan struktur. perakarannya sangat baik Perbanyakan rumput ini dilakukan dengan. membagi rumpun menjadi bagian kecil dan ditanam berjarak 50 cm. 18 cm Untuk mempercepat perkembangannya dilakukan,pemangkasan daun setinggi 25 cm setiap 3 bulan. 6 2 2 Tanah Mineral Low Land Tanpa Sulfat Masam, Pada areal pertemuan antara rendahan dan areal berbukit harus dibuat. parit memanjang kaki bukit menuju ke collection atau main drain Gambar. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen,LAND CLEARING LC ATAU Tanggal. PEMBUKAAN LAHAN Halaman 10 dari 19, 6 2 3 Tanah Mineral Low Land Mengandung Potensial Sulfat Masam.
a Untuk menghindari terbentuknya sulfat masam sebagai akibat. teroksidasinya pirit permukaan air di atas lapisan pirit harus. dipertahankan, b Untuk memonitor ketinggian permukaan air tanah harus dipasang. pieziometer Pieziometer adalah alat pengukur tinggi permukaan air. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut, 1 Terbuat dari pipa paralon berdiameter 3 dengan panjang 180 cm. 2 Salah satu ujung paralon disumbat dengan material yang. permeable mudah ditembus air berada di bagian bawah. 3 Dinding pipa sepanjang 100 cm dibuat lubang lubang kecil. dengan diameter 5 mm, 4 Pipa ditanam dengan kedalaman 150 cm dan sisa 30 cm berada. di atas permukaan tanah, 5 Mistar dari kayu ringan bambu berukuran 200 cm dengan dasar. kayu diberi gabus agar bisa mengapung Mistar tersebut dibuat. skala yang dimulai dari perbatasan ujung pipa yang tidak. tertanam angka nol,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen.
LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 11 dari 19. 6 Mistar dimasukkan dalam pipa paralon dan ditutup dengan. penutup yang mempunyai lubang di tengah sehingga mistar bisa. bergerak naik turun, 7 Ketinggian air permukaan tanah dapat langsung diketahui sesuai. dengan angka yang berada sejajar dengan permukaan paralon. yang tidak tertanam, 8 Pengamatan dilakukan seminggu sekali 4 kali sebulan Apabila. ketinggian air dalam blok turun 70 cm pintu bendungan segera. 9 Untuk satu blok 30 ha diperlukan 2 unit Pieziometer. 1 unit berada 250 m dari jalan utama sebelah Selatan. 1 unit lagi berada 250 m dari jalan utama sebelah Utara. 10 Untuk memudahkan pengamatan dan pemeriksaan disarankan. Pieziometer diletakkan di jalan kontrol dengan jarak seperti di atas. dan dibuatkan tanda petunjuk lapangan Gambar 3,Gambar 3 Pieziometer. c Untuk mempertahankan tinggi permukaan air parit pertama harus. dibendung dengan sekat sekat di beberapa tempat dengan. menggunakan bekas karung pupuk yang telah diisi tanah. d Jumlah bendungan di sepanjang parit bergantung pada level air yang. harus dipertahankan,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen.
LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 12 dari 19. e Selama musim hujan semua pintu air dan bendungan harus dibuka. untuk mengurangi kemasaman air dan pada akhir musim hujan harus. ditutup kembali Permukaan air di atas lapisan pirit harus senantiasa. dipertahankan Gambar 4, Gambar 4 Tinggi permukaan air tanah di atas lapisan pirit. 6 2 4 Tanah pasang surut, Pintu air di areal pasang surut ditempatkan pada outlet Untuk menentukan. ketinggian benteng berdasarkan ketinggian air laut pada waktu air. pasang Parit berukuran 3m x 2 5m x 3m dibuat sepanjang benteng yang. berfungsi mencegah perembesan air laut pada saat pasang yang tidak. normal Gambar 5,Gambar 4 Pembuatan parit pada tanah pasang surut. 6 3 Pembukaan Lahan LC, Pembukaan lahan adalah suatu proses yang dilakukan untuk.
mempersiapkan areal agar dapat ditanami Beberapa proses pembukaan. lahan antara lain,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen. LAND CLEARING LC ATAU Tanggal,PEMBUKAAN LAHAN Halaman 13 dari 19. 6 3 1 Survey Tata Batas Waktu pelaksanaan survey tata batas disesuaikan. dengan rencana program kerja perusahaan Survey tata batas bertujuan. a Membuat peta areal yang akan dikelola oleh perusahaan. b Menentukan tata batas konsesi, c Mengetahui luas areal konsesi sesuai dengan surat izin pencadangan. Areal oleh Pemerintah, d Inventarisasi bentang alam parit sungai dan tata guna tanah di. sekitar tata batas, 6 3 2 Penyusunan Tata Ruang Tata ruang disusun berdasarkan hasil survey lahan.
semi detil yang mencakup, a Jaringan jalan terutama untuk jalan penghubung keluar dan masuk. b Batas kebun dan batas kerja kontraktor,c Lokasi bibitan. d Kondisi lahan darat rawa gambut bukit dan sungai rencana outlet. e Rencana pembagian blok,f Luas setiap blok, g Penentuan TR Transport Road dan CR Collection Road. h Rencana lokasi pemukiman karyawan dan bangunan lainnya. i Rencana lokasi pabrik dan kantor, j Lokasi sumber material penimbunan dan pengerasan jalan. 6 3 3 Blocking Umumnya sebelum dilakukan blocking terlebih dahulu ditentukan. Start Awal pembukaan T 0 Selanjutnya baru kegiatan blocking dilakukan. Blocking merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk membuat lay. out bentuk kebun yang akan dibentuk Kegiatan blocking pada umumnya. dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu Bloking Manual Rintis. dan Bloking Mekanis Kegiatan yang dilakukan ialah membentuk lahan ke. dalam blok blok dengan ukuran Utara Selatan sepanjang 300 m dan. Barat Timur sepanjang 1 000 m sehingga luasan blok yang terbentuk ialah. 30 Ha atau sesuai kondisi di lapangan,STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR No Dokumen.
minta dispensasi persetujuan membuka areal untuk pembangunan Base Camp dan pembibitan dengan persetujuan Bupati Walikota atau Gubernur untuk Sertifikat HGU 6 1 2 Pembebasan Lahan a Pembukaan lahan harus teratur sesuai dengan peta yang ada Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kehidupan liar tidak terganggu dan mengganggu kebun

Related Books