BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Tanaman Kakao

Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Kakao-PDF Download

  • Date:07 Dec 2019
  • Views:43
  • Downloads:0
  • Pages:25
  • Size:1.20 MB

Share Pdf : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Kakao

Download and Preview : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Kakao


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Tanaman Kakao


Transcription:

disebut dengan dimorfisme Cabang yang arah pertumbuhannya ke atas disebut. cabang ortotrop sedangkan cabang yang arah pertumbuhannya ke samping. disebut cabang plagiotrop Karmawati et al 2010 Sistem perakaran tanaman. kakao adalah akar tunggang dengan panjang dapat mencapai 8 meter ke arah. samping dan 15 meter ke arah bawah Backer Bakhuizen van den Brink 1963. Daun kakao bersifat dimosfirme yaitu daun pada cabang ortotrop. memiliki tangkai daun yang panjang sekitar 7 5 10 cm sedangkan daun pada. cabang plagiotrop memiliki tangkai daun yang pendek sekitar 2 5 cm. Karmawati et al 2010 Bentuk helai daun bulat memanjang oblongus ujung. daun meruncing acuminatus dan pangkal daun runcing acatus Backer. Bakhuizen van den Brink 1963 Tanaman kakao memiliki permukaan daun licin. dan mengkilap sedangkan susunan tulang daun menyirip dan tulang daun. menonjol kepermukaan bawah helai daun van Steenis et al 2008 Prawoto. Winarsih 2010, Bunga kakao berwarna putih ungu atau kemerahan dan tersusun atas 5. daun kelopak sepala dan 5 daun mahkota petala serta 10 tangkai sari yang. tersusun dalam 2 lingkaran Masing masing lingkaran tersusun atas 5 tangkai sari. yang steril staminodia dan 5 tangkai sari yang fertil stamen Bunga kakao. memiliki 5 daun buah yang bersatu Gambar 2 1 B van Steenis et al 2008. Tanaman kakao bersifat cauliflori yang artinya bunga tumbuh dan berkembang. dari bekas ketiak daun pada batang dan cabang Gambar 2 1 A Backer. Bakhuizen van den Brink 1963 Pohon kakao dewasa dapat membentuk sekitar. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. 10 000 bunga namun hanya 30 60 bunga yang tumbuh dan berkembang. menjadi buah yang masak Backer Bakhuizen van den Brink 1963. Gambar 2 1 A Cauliflori atau Bunga kakao bunga tumbuh dan berkembang dari. bekas ketiak daun pada batang dan cabang Panah hitam. menunjukan bunga masih kuncup dan panah biru menunjukan. bunga telah mekar Backer Bakhuizen van den Brink 1963. Staminodia, Gambar 2 1 B Diagram bunga yang telah mekar yang menunjukkan posisi. staminodia petala dan bagian bunga yang lain Susanto 1994. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. Buah kakao terdiri atas kulit buah pod arilus pulp dan biji Kulit buah. kakao terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan eksokarp mesokarp dan endokarp. Limbongan 2012 Biji tersusun dalam lima baris mengelilingi poros buah dan. memiliki jumlah yang beragam yaitu sekitar 20 50 butir per buah Karmawati et. al 2010 Warna buah kakao beraneka ragam namun pada dasarnya warna buah. kakao ada dua macam yaitu buah muda berwarna hijau putih dan bila sudah. matang warna berubah menjadi kuning dan buah muda yang berwarna merah. setelah buah matang warna berubah menjadi oranye Susanto 1994. 2 1 2 Kultivar Kakao, Terdapat tiga kultivar utama kakao yang sering dibudidayakan oleh petani. yaitu criollo forastero dan trinitario Susanto 1994 Kultivar criollo Gambar. 2 2 A D memiliki ciri kulit buah tipis dan mudah diiris dengan 10 alur yang. letaknya berselang seling antara lima alur agak dalam dan lima alur dangkal. Ujung buah umumnya berbentuk tumpul dan sedikit bengkok Setiap buah berisi. 30 40 biji yang bentuknya agak bulat sampai bulat dengan endosperm yang. berwarna putih Kakao criollo memiliki pertumbuhan yang kurang kuat dengan. kemampuan produksi yang relatif rendah Susanto 1994. Kultivar forastero Gambar 2 2 E H memiliki ciri kulit buah agak keras. tetapi permukaannya halus dengan alur buah yang agak dalam Kakao kultivar. forastero memiliki biji berbentuk gepeng dengan endosperm berwarna ungu tua. Kultivar ini memiliki pertumbuhan tanaman yang kuat dengan produksi tinggi. serta relatif lebih tahan hama penyakit dibandingkan dengan criollo Namun. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. kultivar forastero memiliki citarasa yang kurang disukai dibandingkan dengan. kultivar criollo Susanto 1994, Kultivar trinitario Gambar 2 2 I L adalah kakao hasil persilangan. antara kakao criollo dengan forestero Kakao kultivar ini memiliki sifat yang. sangat heterogen dan beragam Susanto 1994,a I ae J ea.
c B cr B rc,u k uB L k B,i e ia B e ai,z r zc a r cz. Gambar 2 2 Tiga e kultivar kakao di dunia c A D criollo Eek H c forastero dan keI L. trinitario Susanto k 1994 nh Sumber k gambar hn,v B vu e B uv. http worldstandards eu chocolate 20 20cacao html,a a ai r a ia. n c nz c zn,2 1 3 ManfaatdKakao k de k ed,e h en B h ne. Bagian utama dari tanaman kakao u yang banyak dimanfaatkan u oleh petani. n a nv a vn, adalah bagian buahnya Kulit buah kakaoc dapat dimanfaatkan sebagai pakan.
ternak hewan ruminansia,Murni Okrisandi 2012 berpotensi e. nd h menjadi sumber dn,k n ke u n ek,1 a 1B z a B,9 n 9ri en ri. 6 Pengaruh d, Penambahan 6 benzylamin 6n nd Riyan Fauji FKIP UMP n6 2014. bioetanol sumber zat pewarna pupuk organik maupun bahan baku pembuatan. kompos Dachlan et al 2009 Wulan 2011 Biji kakao merupakan bagian. terpenting dari buah kakao Biji kakao dapat diolah menjadi cocoa liquor cocoa. butter dan bubuk coklat yang dapat diolah lebih lanjut menjadi beraneka ragam. makanan dan minuman seperti ice cream biskuit maupun cake Gambar 2 3 B. Zairisman 2006, Gambar 2 3 A Bubuk coklat B F Produk olahan biji coklat Sumber dari. http ilmubakery2 blogspot com, 2 2 Budidaya Kakao dan Permasalahan Kakao di Indonesia.
2 2 1 Budidaya Kakao, Kakao Theobroma cacao L merupakan salah satu komoditas andalan. perkebunan yang memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia Dalam. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. hal penyedia lapangan pekerjaan perkebunan kakao berhasil menyerap tenaga. kerja sampai sekitar 900 ribu kepala keluarga pada tahun 2002 Balitbang. Pertanian Departemen Pertanian 2005 Kakao juga penyumbang devisa terbesar. ke tiga di sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit dan karet dengan nilai. sebesar US 1 2 milyard pada tahun 2010 FAO 2014, Dalam hal produksi Indonesia menjadi negara terbesar kedua di bawah. Pantai Gading dalam hal produksi kakao Pada tahun 2012 produksi kakao. Indonesia mencapai lebih dari 900 ribu ton sedangkan produksi kakao Pantai. Gading mencapai lebih dari 1 6 juta ton Gambar 2 4 FAO 2014 Tingginya. total produksi kakao tersebut ditopang oleh luas area perkebunan kakao di. Indonesia Pada tahun 2012 luas area perkebunan kakao di Indonesia mencapai. 1 73 juta ha sedangkan luas perkebunan kakao di Pantai Gading mencapai 2 5 juta. ha Gambar2 5 FAO 2014 Hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai. negara dengan perkebunan kakao terluas kedua di dunia dibawah Pantai Gading. Produksi kakao ton,Pantai Gading Indonesia Ghana Nigeria Kamerun. Gambar 2 4 Lima Negara produsen kakao terbesar di dunia tahun 2012. Indonesia panah biru menempati posisi kedua sebagai produsen. kakao terbesar di dunia FAO 2014, Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. luas lahan ha,1500000 Indonesia,Pantai Gading,1000000 Ghana.
2009 2010 2011 2012, Gambar 2 5 Perkembangan luas area negara penghasil kakao yang menempatkan. Indonesia di urutan ke 2 terbesar di dunia dari tahun 2009 2012. tanda panah FAO 2014,2 2 2 Permasalahan Budidaya kakao di Indonesia. Dalam hal produktivitas perkebunan kakao Indonesia hanya mampu. menghasilkan biji kakao dengan jumlah yang rendah dari setiap hektar per. tahunnya Tahun 2012 produktivitas kakao Indonesia untuk setiap hektar lahan. cukup rendah hanya sekitar 540 kg sehingga menempatkan Indonesia sebagai. negara urutan ke tujuh belas di dunia Angka tersebut hampir seperlima. produktivitas negara Guatemala dan Thailand yang mencapai lebih dari 2 6 ton. per hektar per tahunnya Gambar 1 1 FAO 2014, Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya produktivitas. kakao di Indonesia diantaranya adalah faktor usia tanaman kakao yang sudah tua. Rata rata umur tanaman kakao di Indonesia lebih dari 25 tahun sehingga. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. mengakibatkan menurunnya produktivitas kakao sekitar 0 2 0 3 kg per pohon. per tahun Taufik et al 2010 Dengan kondisi tanaman kakao yang sudah tua. tersebut maka harus segera dilakukan peremajaan dengan tujuan meningkatkan. produktivitas tanaman kakao Taufik et al 2010 Faktor utama lainnya yang. diduga menyebabkan rendahnya produktivitas kakao di Indonesia adalah kualitas. bibit yang kurang baik Goenadi 2005 Oleh karena hal tersebut diperlukan. upaya untuk memproduksi bibit kakao dalam jumlah yang massal dengan kualitas. yang unggul,2 2 3 Pembibitan Tanaman Kakao, Pada saat ini kebanyakan para petani memperoleh bibit kakao secara. generatif atau melalui biji Biji kakao yang dipanen dari tanaman kakao yang. unggul dibersihkan dan dikeringkan sampai kadar air sekitar 40 Biji yang. kering selanjutnya dikecambahkan selama kurang lebih 12 hari Benih yang telah. dikecambahkan kemudian ditanam di lahan dengan pemeliharaan sekitar 4 5. bulan Rahardjo 2011, Keuntungan perbanyakan kakao secara generatif adalah mudah dan.
sederhana untuk dilakukan Wahyudi et al 2008 serta dapat dihasilkan bibit. dalam jumlah yang banyak dengan pertumbuhan yang seragam serta memiliki. perakaran yang kuat Harmanto 2001 Namun bibit tanaman hasil perbanyakan. generatif memiliki sifat genetik yang bervariasi Hal ini disebabkan kakao. merupakan tanaman yang melakukan penyerbukan silang cross pollination dan. bunga kakao bersifat protogini yang artinya putik masak lebih awal daripada. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. kepalasari sehingga serbuk sari tidak mampu membuahi putik dari kuntum yang. sama Prawoto 2008 Sebagai akibatnya keturunan yang diperoleh dari. perbanyakan generatif akan bervariasi Maximova et al 2002. Alternatif lain yang dapat digunakan untuk menghasilkan bibit yang. seragam secara genetik adalah dengan cara perbanyakan bibit secara vegetatif. seperti stek cangkok okulasi dan sambung pucuk Gambar 2 6 Winarsih et al. 2003 Pembibitan kakao melalui stek dilakukan dengan cara memotong pucuk. atau batang yang masih muda kemudian ditanam pada media tanam Gambar. 2 6 Siregaret al 2010 Stek akan mulai muncul akar setelah tanaman berumur. sekitar 3 minggu dan setelah berumur sekitar 6 bulan tanaman siap digunakan. sebagai bibit Rahardjo 2010, Gambar 2 6 Perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara A Stek B. Okulasi C Sambung pucuk Sumber gambar A dari, http yogas09 student ipb ac id perbanyakan pembiakan tanaman. plant propagation sumber gambar B dan C dari, http biologiez blogspot com 2010 11 perbanyakan tanaman html. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. Pembibitan kakao melalui stek mampu menghasilkan bibit dengan sifat. genetis yang sama dengan induk tanaman serta mampu menghasilkan buah yang. lebih cepat dibandingkan dengan teknik pembibitan generatif Siregar et al. 2010 Namun tingkat keberhasilan pembibitan kakao menggunakan stek masih. rendah sekitar 27 Abdoellah 2008 Disamping itu teknik stek hanya mampu. menghasilkan bibit yang terbatas serta dapat merusak tanaman induk Rahardjo. Perbanyakan vegetatif lainnya yang dapat digunakan dalam menghasilkan. bibit kakao adalah melalui okulasi Okulasi merupakan metode perbanyakan. vegetatif dengan menempelkan mata tunas dari pohon kakao yang berkualitas ke. batang bawah bibit kemudian mengikat dengan plastik agar mata tunas tidak. terlepas Gambar 2 6 Rahardjo 2010 Bibit okulasi siap tanam ke lahan setelah. berumur 4 5 bulan Teknik okulasi mempunyai tingkat keberhasilan tinggi. sekitar 90 Rahardjo 2010 bibit yang dihasilkan seragam dengan induknya. Siregar et al 2010 namun jumlah bibit yang dihasilkan terbatas dan dapat. mengakibatkan kerusakan pada tanaman induknya Wahyudi et al 2008. Teknik lain yang digunakan dalam pembibitan kakao secara vegetatif. adalah teknik sambung pucuk Gambar 2 6 Siregar et al 2010 Sambung. pucuk dilakukan dengan cara memotong pucuk atau cabang dari pohon yang. memiliki kualitas bagus untuk disambungkan dengan bibit kakao yang diperoleh. dari generatif Siregar et al 2010 Bibit hasil sambung pucuk akan siap. dipindahkan ke lahan setelah berumur 7 bulan Wahyudi et al 2008 Teknik. sambung pucuk memiliki tingkat keberhasilan tinggi sekitar 80 Limbongan. Pengaruh Penambahan 6 benzylamin Riyan Fauji FKIP UMP 2014. 2011 bibit yang dihasilkan seragam dan sama dengan induknya namun jumlah. bibit yang dihasilkan terbatas dan dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman. induknya Li et al 1998, Mengingat teknik pembibitan konvensional masih memiliki banyak. kendala maka alternatif pembibitan kakao dibutuhkan untuk menghasilkan bibit. dalam jumlah yang banyak dengan sifat genetik yang seragam. 2 3 Perkembangan Penelitian Embriogenesis Somatik Kakao. Salah satu teknik pembibitan yang dapat digunakan untuk menghasilkan. bibit kakao dalam jumlah yang banyak dengan sifat genetika yang seragam dan. sama dengan induknya adalah melalui teknik kultur jaringan tanaman Kultur. jaringan tanaman merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara. mengisolasi bagian tanaman dan ditumbuhkan pada media tanam buatan yang. aseptis Hendaryono Wijayani 1994 Teknik kultur jaringan mempunyai. keunggulan yaitu dapat memperbanyak tanaman dalam jumlah besar dengan. waktu yang singkat serta menghasilkan bibit yang seragam dengan induknya. Avivi et al 2010 Namun teknik ini memerlukan keahlian khusus dan. lingkungan yang aseptis sehingga harus dilakukan di laboratorium serta tidak. kakao terbesar kedua di dunia di bawah Pantai Gading dengan total produksi lebih dari 900 ribu ton FAO 2014 2 1 1 Morfologi Kakao Tanaman kakao merupakan tanaman tahunan perennial berbentuk pohon dengan tinggi dapat mencapai antara 4 5 sampai 7 0 meter pada umur 12 tahun Karmawati et al 2010 Tanaman kakao memiliki batang yang

Related Books