BAB II KAJIAN PUSTAKA A Penerimaan Diri

Bab Ii Kajian Pustaka A Penerimaan Diri-PDF Download

  • Date:16 Sep 2020
  • Views:1
  • Downloads:0
  • Pages:21
  • Size:357.00 KB

Share Pdf : Bab Ii Kajian Pustaka A Penerimaan Diri

Download and Preview : Bab Ii Kajian Pustaka A Penerimaan Diri


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Kajian Pustaka A Penerimaan Diri


Transcription:

Papalia Olds dan Feldman 2004 menyatakan individu ynag. memiliki penerimaan diri tidak menyukai kritikan namun demikian. individu mempunyai kemampuan untuk menerima kritikan bahkan dapat. mengambil hikmah dari kritikan tersebut Individu berusaha untuk. melakukan koreksi atas dirinya sendiri ini merupakan hal yang penting. dalam perkembangannya menjadi seorang individu dewasa dalam. mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan Individu yang tidak. memiliki penerimaan diri justru menganggap kritikan sebagai wujud. penolakan terhadapnya, Hal yang penting dalam penerimaan diri yang baik adalah mampu. belajar dari pengalaman dan meninjau kembali sikapnya yang terdahulu. untuk memperbaiki diri, Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerimaan diri. adalah sikap individu berkaitan dengan penghargaan seseorang terhadap. diri dan kemampuannya serta dapat menerima apa adanya dengan segala. keterbatasan namun tetap menghargai potensi yang dimiliki dan adanya. usaha untuk mengembangkan potensi tersebut demi kelangsungan. 2 Aspek Aspek Penerimaan Diri, Jersild 1963 membagi penerimaan diri dalam sepuluh aspek. a Persepsi mengenai diri dan sikap terhadap penampilan. Individu yang memiliki penerimaan diri dan berfikir lebih realistik. tentang penampilan dan bagaimana dirinya terlihat dalam pandangan. orang lain, b sikap terhadap kelemahan dan kekuatan diri sendiri dan orang lain. c Perasaan inferioritas sebagai gejala penolakan diri. d Respon atas penolakan dan kritikan,e Keseimbangan antara real self dan ideal self.
f Penerimaan diri dan penerimaan orang lain, g Penerimaan diri menuruti kehendak dan menonjolkan diri. h Penerimaan diri spontanitas menikmati hidup,i Aspek moral penerimaan diri. j Sikap terhadap penerimaan diri,3 Faktor Faktor Penerimaan diri. Hurlock 1994 434 menyatakan bahwa banyak faktor yang. mempengaruhi orang menyukai dan menerima dirinya Faktor tersebut. merupakan kebalikan dari faktor faktor yang mengakibatkan penolakan. diri faktor faktor yang mempengaruhi penerimaan diri tersebut adalah. a Pemahaman Diri, Pemahaman diri adalah suatu persepsi atas diri sendiri yang. ditandai oleh keaslian bukan kepura puraan realistis bukan khayalan. kebenaran bukan kebohongan keterusterangan bukan berbelit belit. b Harapan yang realistis, Ketika pengharapan seseorang terhadap sukses yang akan.
dicapai merupakan pengharapan yang realistis kesempatan untuk. mencapai sukses tersebut akan muncul, Adanya kesempatan tersebut akan mendukung terbentuknya. kepuasan diri sendiri yang pada akhirnya membentuk sikap. penerimaan terhadap diri sendiri, c Tidak hadirnya hambatan hambatan dari lingkungan. Ketidakmampuan untuk mencapai tujuan yang realistis dapat. disebabkan oleh ketidakmampuan individu untuk mengontrol adanya. hambatan hambatan dari lingkungan Begitu juga sebaliknya. hambatan tersebut misalnya diskriminasi ras gender dan. kepercayaan,d Tidak adanya tekanan emosi yang berat. Tekanan yang berat dan terus menerus seperti yang terjadi di. lingkungan kerja atau rumah dimana kondisi sedang tidak baik dapat. mengakibatkan gangguan yang berat sehingga tingkah laku orang. tersebut dinilai menyimpang dan orang lain menjadi terlihat selalu. mencela dan menolak orang tersebut, Tidak adanya tekanan emosi membuat seseorang dapat. melakukan yang terbaik dan dapat berpandangan ke luar dan tidak. memiliki pandangan hanya kedalam diri saja Tanpa tekanan emosi. juga dapat membuat orang santai bukan tegang bahagia bukan marah. benci dan frustasi Kondisi kondisi ini memberikan sumbangan. positif bagi penilaian terhadap lingkungan sosial yang menjadi dasar. terhadap penerimaan diri,e Sukses yang sering terjadi.
Kegagalan yang sering menimpa menjadikan seseorang. menolak terhadap diri sendiri sebaliknya kesuksesan yang sering. terjadi menumbuhkan penerimaan terhadap diri sendiri. f Konsep diri yang stabil, Konsep diri yang stabil adalah suatu cara seseorang melihat. dirinya sendiri dan hasilnya sama setiap waktu Konsep diri yang baik. akan menghasilkan penerimaan diri yang baik namun sebaliknya bila. konsep diri yang buruk secara alami akan menghasilkan penolakan. terhadap diri sendiri, Sari 2002 77 mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang. mempengaruhi penerimaan diri individu antara lain,a Pendidikan. Individu yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan. memiliki tingkat kesadaran yang lebih baik akan keadaan yang dia. miliki dan segera mencari upaya untuk mengatasi keadaan tersebut. b Dukungan Sosial, Penerimaan diri akan semakin baik apabila ada dukungan sosial. yang muncul dari lingkungan di sekitar individu tersebut. Merujuk pada Hurlock 1994 maka dapat disimpulkan bahwa. faktor faktor penerimaan diri adalah,a Pemahaman diri.
Pemahaman diri adalah suatu persepsi atas dirinya sendiri yang. ditandai oleh keaslian bukan kepura puraan realistik bukan khayalan. kebenaran bukan kebohongan keterusterangan bukan berbelit belit. Pemahaman diri dan penerimaan diri mempunyai hubungan yang. positif Selain itu kualitas pendidikan yang diterima oleh individu. tersebut turut berpengaruh pada penerimaan dirinya Semakin baik. pendidikan yang dimiliki seseorang dan dia memahami dirinya maka. akan semakin baik ia menerima dirinya dan sebaliknya Pemahaman. diri ini meliputi mensyukuri apa yang telah dimiliki tidak terlalu. sering mengkritik diri sendiri serta menerima segala bentuk pujian. yang mengandung unsur kebenaran,b Harapan yang realistik. Ketika pengharapan seseorang terhadap sukses yang akan. diraihnya merupakan pengharapan yang realistik maka kesempatan. untuk mencapai kesuksesan akan muncul Adanya kesempatan ini. tidak terlepas dari dukungan yang diperoleh individu dari lingkungan. disekitarnya Hal ini mendukung terbentuknya kepuasan diri sendiri. yang pada akhirnya membentuk sikap penerimaan terhadap dirinya. sendiri Apabila pada saat individu memiliki pengharapan realistik. akan sesuatu dan selanjutnya individu itu menanamkan dalam. pikirannya bahwa dia akan berhasil maka kesempatan untuk sukses. akan muncul sehingga individu pada akhirnya merasa puas dan. terbentuk penerimaan diri yang baik, c Tidak hadirnya hambatan hambatan dari lingkungan. Ketidakmampuan untuk mencapai tujuan yang realistik dapat. disebabkan oleh ketidakmampuan individu untuk mengontrol adanya. hambatan hambatan dari lingkungan misalnya saja diskriminasi ras. gender kepercayaan, Seseorang yang menyadari bahwa dia sebenarnya mampu tapi. oleh karena suatu hambatan dari lingkungan akan sukar untuk. memiliki penerimaan diri yang baik Jika hambatan dari lingkungan. tersebut dihilangkan seseorang akan dapat mencapai tujuan yang. realistik Tercapainya tujuuan tersebut akan mengakibatkan individu. yang bersangkutan puas akan kesuksesannya dan mendukung. terbentuknya penerimaan diri yang positif,d Tidak adanya tekanan emosi yang berat. Tekanan yang berat dan terus menerus seperti yang terjadi di. lingkungan sekitar dimana kondisi emosi sedang tidak baik dapat. mengakibatkan gangguuan yang berat sehingga tingkah laku orang. tersebut dinilai menyimpang dan orang lain menjadi terlihat selalu. mencela dan menolak orang tersebut Tidak adanya tekanan emosi. membuat seseorang dapat melakukan yang terbaik dan dapat menjadi. berpandangan ke luar dan tidak memiliki pandangan hanya ke dalam. dirinya saja Tanpa tekanan emosi juga dapat membuat orang santai. dan bukannya tegang bahagia dan bukannya marah benci dan frustasi. Kondisi ini memberikan sumbangan positif bagi penilaian terhadap. lingkungan sosial yang menjadi dasar terhadap penilaian diri sendiri. dan penerimaan diri,e Sukses yang sering terjadi, Kegagalan yang sering menimpa menjadikan seseorang.
menolak dirinya sendiri sebaliknya kesuksesan yang sering terjadi. menumbuhkan penerimaan terhadap diri sendiri Sering atau tidaknya. sukses yang terjadi dapat dinilai secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif berarti jumlah terjadinyta sukses lebih banyak. daripada jumlah terjadinya kegagalan Sedangkan secara kualitatif. berarti walaupun jumlah kegagalan lebih banyak daripada kesuksesan. namun kesuksesan tersebut terjadi pada hal yang sangat penting dan. berarti yang dapat melebihi jumlah kegagalan baik dari penilaian. masyarakat ataupun dari diri sendiri Sukses yang sering terjadi tidak. lepas dari apa yang individu tanamkan dalam pikirannya Bila individu. menanamkan pikiran yang positif bahwa ia akan berhasil maka. tindakan ini membantu meningkatkan rasa percaya diri juga bila. individu berpikir sevara negatif maka ia tidak akan pernah merasa. berhasil dan senantiasa menyalahkan segala kelemahan yang. dimilikinya,f Konsep diri yang stabil, Konsep diri dapat didefinisikan sebagai keyakinan pandangan. atau penilaian seseorang terhadap dirinya Konsep diri yang stabil. adalah suatu cara seseorang melihat dirinya sendiri dan hasilnya sama. setiap waktu hal ini dapat dilihat dengan meningkatkan potensi yang. terbaik dari individu tersebut dengan selalu belajar dan. mengembangkan potensinya serta memanfaatkan setiap kesempatan. Konsep diri yang stabil sama halnya dengan konsep diri yang. positif yaitu terlihat lebih optimis penuh percaya diri dan selalu. bersikap positif terhadap segala sesuatu juga terhadap kegagalan yang. dialami Kegagalan bukan dipandang sebagi kematian namun lenih. menjadikannya sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk. melangkah ke depan Orang dengan kosep diri yang positif akan. mampu menghargai dirinya dan melihat hal hal positif yang dapat. dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang Rini 2008. 4 Ciri Ciri Orang dengan Penerimaan Diri, Menurut Osbone 1992 77 ciri ciri individu dengan penerimaan. diri yang positif yaitu, a Tidak dikendalikan oleh ambisi yang berlebihan melainkan memiliki. sifat rendah hati dan dewasa secara emosional, Ambisi yang berlebihan membuat seseorang ingin memiliki. dorongan yang berlebihan untuk mengungguli mengalahkan lebih. menonjol berkuasa berkedudukan dan memiliki segala sesuatu yang. dapat melebihi orang lain yang dianggap sebagai saingannya. b Tidak banyak mengeluh, Seseorang yang menerima dirinya merasa memliki kasih dan.
pengakuan dari setiap orang sehingga dapat melakukan sesuatu. pekerjaan dengan baik Dia mengetahui bagian mana yang harus. dikerjakan dan bagian mana yang merupakan bagian pekerjaan orang. lain Hal ini menyebabkan dia bekerja dengan benar dan tidak terlalu. sibuk sehingga membuat dia tidak terlalu banyak mengeluh. c Tidak mudah menyerah, Orang yang tidak mudah menyerah memiliki kemampuan keras. untuk mengungguli setiap rintangan belajar dari kegagalan dan tidak. takut mencoba sesuatu yang baru Memliki semangat yang kuat apabila. mengalami kegagalan dan berusaha untuk mengubah keadaan dengan. belajar lebih baik, d Tidak mudah tersinggung sabar dan berpikir positif terhadap orang. Sebenarnya wajar apabila seseorang terluka hatinya karena. disepelekan atau disakiti orang lain dan jika terlalu mudah tersinggung. dan marah tidak memiliki pengendalian yang baik Orang yang. menerima dirinya memiliki kemampuan mengendalikan emosi. sehingga tidak mudah marah dan tersinggung hatinya tidak mudah. dilukai tetapi berusaha bersabar dan berpikir positif terhadap orang. e Mengendalikan kemarahan kemarahan pikiran pikiran dan. emosinya secara benar, Ketika seseorang merasa jengkel dan emosinya muncul dia. akan meredam kemarahannya karena ia sadar bahwa hal tersebut tidak. baik untuk dirinya Orang yang menerima diri akan belajar untuk jujur. terhadap diri sendiri termasuk pada pikiran pikiran serta emosi. emosi yang dimilikinya sehingga ia dapat mengungkap kemarahannya. dengan baik dan benar, f Hidupnya berorientasi saat ini dan masa yang akan datang. Seseorang yang memiliki penerimaan diri akan percaya baha. dia dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna bagi diri sendiri. maupun orang lain Dia tidak akan mengingat dan menyesali hal hal. yang sudah terjadi di masa lalu namun segala sesuatu yang dialaminya. akan dianggap sebagai hikmah untuk belajar sesuatu dari. kehidupannya yang lebih baik di masa kini,g Tidak mengharapkan belas kasihan orang lain.
Orang yang memiliki penerimaan diri mengetahui bahwa rasa. bahagia yang benar bukan berasal dari orang lain harta benda jabatan. dan pendidikan yang dimilikinya melainkan berawal dari penerimaan. diri apa adanya dengan merasa cukup puas akan setiap hal yang. dimilikinya, Selain ciri ciri di atas Sheere dalam Wrastari 2003 Hal 21. mengemukakan orang yang menerima dirinya memiliki ciri ciri. a Mempunyai keyakinan akan kemampuannya untuk menghadapi. kehidupannya, b Menganggap dirinya berharga sebagai seorang manusia yang sederajat. dengan orang lain, c Berani memikul tanggung jawab terhadap perilakunya. d Menerima pujian dan celaan secara obyektif, e Tidak menyalahkan dirinya akan keterbatasan yang dimilikinya. ataupun mengingkari kelebihannya, Menurut Allport dalam Wrastari 2003 hal 21 seseorang yang.
menerima dirinya akan memiliki ciri sebagai berikut. a Memiliki gambaran positif tentang dirinya, b Dapat mengatur dan dapat bertoleransi dengan rasa frustasi atau. kemarahannya, c Dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa memusuhi mereka apabila. orang lain memberikan kritikan, d Dapat mengatur keadaan emosi mereka seperti depresi kemarahan. rasa bersalah dan lain lain, e Mengekspresikan keyakinan dan perasaan dengan mempertimbangkan. Penerimaan diri akan semakin baik apabila ada dukungan sosial yang muncul dari lingkungan di sekitar individu tersebut 17 Merujuk pada Hurlock 1994 maka dapat disimpulkan bahwa faktor faktor penerimaan diri adalah a Pemahaman diri Pemahaman diri adalah suatu persepsi atas dirinya sendiri yang ditandai oleh keaslian bukan kepura puraan realistik bukan khayalan kebenaran bukan

Related Books